JANGAN BELI RUMAH LEWAT KPR

Walaupun banyak yang beli rumah ke saya melalui jalur KPR. Kalimat ini sering saya berikan ke teman yang tanya tanya soal membeli rumah.


Ini bukan masalah riba atau tidak, dosa atau tidak. Saya memandangnya dari segi ekonomi. Mari kita bahas satu persatu, dengan kepala tenang dan hati riang.
Sewaktu membaca ini saya sarankan didepan anda ada kertas putih, alat tulis, kalkulator, kopi dan cemilan.

Baik, saya misalkan si fulan mau beli rumah di sebuah perumahan seharga 250juta. Dia ada dana hanya 50juta, akhirnya memberanikan diri untuk mengajukan KPR. Alhamdulillaah di acc pengajuan KPR nya. Memberikan uang 50juta ke developer dan sudah serah kunci, sisa 200juta nya kredit ke bank A. 

Setelah serah kunci, si fulan syukuran dirumah barunya sampe di upload ke media sosial kesayangannya. Ups maaf kembali lagi ke itungan ya.. sebulan si fulan harus mengangsur 2.088.449, selama 15 tahun atau 180bulan. Jadi selama 15 tahun si fulan harus membayar 375.920.820 , di tambah dp awal 50juta. Total uang yang di keluarkan 375.920.820 + 50.000.000 = 425.920.820 atau sekitar 425juta biar gampang.

Padahal harga rumah 250juta, berapa uang yang dibayar fulan untuk bunga bank? 425juta - 250juta = 175juta.
Jadi si fulan rugi nya 175juta??
Engga, masih ada lagi. Si fulan kan beli rumah di developer, kalau rumah beli cash biasannya developer mengambil untung 30% kalau di KPR biasannya developer ngambil untung 50%. Ga percaya? Sering lihat kalau pembelian rumah di perumahan secara cash harga pasti lebih murah beberapa puluh juta?

Jadi mari kita hitung, anggap saja developer mengambil untung 30%. 250juta x 30% = 75juta. Jadi total kerugian si fulan kalau beli rumah dari developer secara KPR adalah 175juta + 75juta = 250juta. Kerugiannya si fulan sudah bisa beli rumah baru satu lagi.

Dengan alasan itulah saya selalu menyarankan jangan beli rumah secara KPR. Lha terus solusi nya bagaimana kita membeli rumah rumah?

Sebelumnya mari kita ubah mind set, jangan membeli rumah tapi membuat rumah. Kita ambil contoh lagi si fulan, dia punya uang 50 juta beli saja tanah seharga 50juta. Kemudian menabung untuk membangun rumah, misal membangun rumah habis 100juta. Si fulan tinggal menabung sebulan 2 juta sampai 50 bulan. Sekitar 4 tahun lebih 2 bulan.

Sekarang timbul pertanyaan?
Selama belum punya rumah bagaimana? Masih ada solusi kost dan kontrak. Kalau gengsi nge kost ya kontrak rumah. Misal nih kontrak rumah 10juta pertahun, si fulan harus ngontrak rumah 5 tahun. Jadi si fulan membuang uang untuk kontrak sebanyak 50juta. 

Dengan menabung selama 5 tahun saja si fulan bisa buat rumah sendiri. Daripada harus berpusing ria selama 15tahun dengan kerugian lebih banyak.
Kondisi di atas bisa berbeda jumlah di tiap daerah, tapi garis besarnya sama saja.

Jadi intinya jangan beli rumah tapi membuat rumah, tapi misal uangnya berlebih dan suka beramal ya beli lah rumah secara KPR.
Selamat mencoba.
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment