Kepergok Ular Raksasa Di Peebatasan Hutan

 Malam itu seharusnya menjadi perjalanan biasa mencari ikan di tepian Sungai Way Bungur. Namun bagi Asrul, seorang pemancing asal Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, pengalaman tersebut berubah menjadi mimpi buruk yang nyaris merenggut nyawanya.


Di tengah gelap malam, gerimis tipis, dan kilatan petir yang sesekali membelah langit, Asrul mengaku berhadapan langsung dengan seekor ular raksasa berwarna hitam pekat di kawasan perbatasan hutan larangan dekat Way Kambas.


Peristiwa menegangkan itu terjadi pada Kamis malam, usai salat Magrib. Bersama seorang rekannya, Asrul berangkat menggunakan perahu sampan sewaan milik warga dari kawasan Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur.


Dengan membawa perlengkapan memancing seadanya dan bekal rokok kretek, keduanya menyusuri aliran sungai menuju arah timur, mendekati kawasan hutan yang selama ini dikenal angker oleh warga sekitar.


“Awalnya biasa saja. Kami cuma ingin cari ikan. Setelah hampir satu jam mendayung, kami berhenti dan mulai memancing,” ujar Asrul menuturkan pengalamannya.


Namun hingga hampir 30 menit, tak satu pun umpan mereka disambar ikan. Di tengah cuaca yang mulai gerimis dan suara petir yang bersahutan, keduanya memutuskan melanjutkan perjalanan lebih jauh ke arah perbatasan hutan.


Saat tiba di percabangan Sungai Way Bungur dan anak sungai kecil yang tertutup rimbunnya pepohonan besar, mereka kembali berhenti. Kali ini keberuntungan datang. Umpan yang dilempar tak butuh waktu lama langsung disambar ikan keting.


“Satu demi satu ikan mulai naik. Karena terlalu asyik, kami tidak sadar perahu perlahan hanyut mendekati kawasan hutan,” katanya.


Suasana mendadak berubah mencekam ketika suara burung hantu memecah kesunyian malam. Tak lama kemudian, arus sungai yang semula deras tiba-tiba berubah tenang.


Beberapa detik setelah suara burung hantu menghilang, terdengar suara desisan keras dari arah rimbunan pohon di tepi sungai.


“Suara desisannya keras sekali. Tiba-tiba ada benda seperti batang bambu bergerak di depan perahu,” ungkap Asrul.


Betapa terkejutnya mereka ketika menyadari benda itu ternyata buntut seekor ular raksasa.


Dengan tubuh gemetar dan nyaris lumpuh ketakutan, keduanya melihat ular berwarna hitam pekat melilit batang pohon ingas besar di tepian sungai. Dalam kilatan petir, sosok kepala ular itu terlihat jelas.


Asrul mengaku melihat kepala ular berukuran sangat besar, dengan mata merah menyala dan lidah bercabang menjulur ke arah mereka.


“Kami langsung panik. Saya dan teman cuma saling pandang. Rasanya darah seperti hilang,” katanya.


Tanpa banyak bicara, keduanya spontan berteriak takbir sambil memutar arah perahu dan mendayung sekuat tenaga meninggalkan lokasi.


Sekitar 15 menit berjibaku dengan rasa takut di tengah gelapnya sungai, mereka akhirnya mulai melihat cahaya lampu permukiman warga dari kejauhan.


“Alhamdulillah kami selamat. Setelah sampai darat, kami langsung pulang. Tidak sanggup bicara apa-apa lagi,” ujar Asrul.


Kisah yang dialami Asrul kini menjadi perbincangan warga sekitar. Sebagian mengaitkannya dengan mitos penghuni kawasan hutan larangan di sekitar Way Kambas, sementara lainnya menduga ular tersebut merupakan satwa liar yang keluar dari habitat hutan.


Hingga kini, kawasan perbatasan sungai dekat hutan Way Kambas memang dikenal warga sebagai daerah yang masih liar dan jarang dijamah manusia, terutama saat malam hari.


Begitulah kisah seram yang dialami Asrul seorang Pemancing dari Kecamatan Sukadana , Lampung Timur, kejadian itu, bukan dongeng ataupun cerita fiksi, namun nyata dan fakta apa adanya. 


>> Radartv Diswayid

Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment